الخميس، 10 يناير، 2013

Bacaan Islami

Dilarang Masuk Surga


        http://1.bp.blogspot.com/_9uEH07s4jLY/TBRmC7aTVWI/AAAAAAAAAL4/5f4DEnSy6Go/s1600/surga.jpg


          Allah SWT  mengharamkan surga bagi tiga kelompok manusia, yaitu: Pertama, peminum khamar. Kedua, pemakan riba. Ketiga, orang yang menggunjing.

        Orang yang kemanapun pergi menggunjing orang mukmin, bagaikan memakan bangkai saudaranya sendiri. Di akhirat kelak, orang yang menggunjing akan menjadi lauk-pauk anjing neraka.

        Jika anda tidak ingin menjadi santapan anjing neraka, hendaknya anda tidak melakukan gunjingan di setiap majelis yang anda datangi. Jika ada orang lain menggunjing seorang mukmin, hendaknya Anda berdiri dari tempat duduk Anda dan pergi. Jika Anda mampu melarangnya membicarakan cela orang mukmin, Anda wajib melakukannya. Dengan begitu Anda akan menutup seribu pintu kejahatan bagi Anda. Jika Anda tidak mencegah seseorang menggunjing, malah membantunya, Allah akan menyiksa Anda 70 kali lipat lebih pedih daripada siksaan bagi orang yang menggunjing.[] 
      

الجمعة، 4 يناير، 2013

Bacaan Islami

    
ANTARA DUA CAHAYA
    
     Dalam ilmu akhlak disebutkan bahwa manusia hidup di alam ini, dia harus memiliki rasa takut, (pada siksa Allah) dan rasa harap (pada rakhmat Allah), demi mencapai kesempurnaan diri, sehingga dia mampu menempuh perjalanan menuju akhirat. Jika manusia tidak memiliki rasa takut, dia akan menyembah hawa nafsunya demikian pula sebaliknya, jika tidak ada harapan, manusia tidak akan memiliki semangat dalam hidup.
       Oleh karena itu, seorang harus selalu berada diantara dua cahaya. Salah satu diantara keduanya tidak boleh mengungguli satu sama lain. Jika salah satunya mengalahkan yang lain, maka manusia tidak akan pernah sampai pada kesempurnaan. Jadi, kedua cahaya ini (takut dan harap) harus seimbang.
       Dalam sebuah hadist dikatakan, “Jika dosamu sebesar dosa orang – orang yang terdahulu dan yang terakhir, maka janganlah berputus asa terhadap ampunan Allah. Karena, ketika kamu datang padanya, niscaya dia akan mengampuni dosa – dosamu dan menyucikan dirimu. Dan jika kamu memiliki amal ibadah seluruh hamba yang takut (pada Allah), maka tetaplah takut pada (siksa)-Nya karena ada kemungkinan Allah meninggalkanmu dalam sekejap mata. Dan jika Allah meninggalkanmu, niscaya kamu akan terjatuh kedalam perbuatan nista.”
      
Seseorang bertanya pada Imam Musa Bin Ja’far.“Apa yang terjadi dengan Bal'am Bin Ba’wara (tokoh yahudi di masa  Nabi Musa)? Mengapa akhir hidupnya sama seperti anjing, padahal dia memiliki ilmu yang luas?”
       Imam Musa Bin Ja’far berkata, “Karena Allah meninggalkannya sendiri dalam sekejap mata.”
       Orang itu bertanya, “Mengapa Allah meninggalkannya?”
       Imam Musa Bin Ja’far menjawab, “Karena dia tidak mensyukuri anugerah Allah.”
      
Orang mu’min yang berakal harus memiliki sifat para nabi, yang diserupakan dengan lentera. Agar lentera menyala, ada dua hal yang harus terpenuhi yaitu adanya minyak dan api. Jika tidak ada minyak, maka sumbu akan terbakar (habis). Jika tidak ada api, maka lentera tidak menyala. Hati seorang mu’min bagaikan lentera. Hendaknya manusia menjaga hatinya  dari tipu daya setan.[]



Sumber: Zaedah, Akhmad Mir Khalaf & Zaedah, Qasim Mir Khalaf, 2006. Kisah – Kisah Allah. Jakrat:Qorina.